Cinta Seorang Ibu


Di sebuah rumah sakit bersalin, seorang ibu baru saja melahirkan jabang bayinya. "Bisa saya melihat bayi saya?" pinta ibu yang baru melahirkan itu penuh rona kebahagiaan di wajahnya. Namun, ketika gendongan berpindah tangan dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki mungil itu, si ibu terlihat menahan napasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit, tak tega melihat perubahan wajah si ibu. Bayi yang digendongnya ternyata dilahirkan tanpa kedua belah telinga! Meski terlihat sedikit kaget, si ibu tetap menimang bayinya dengan penuh kasih sayang.
Waktu membuktikan, bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari, anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan si ibu sambil menangis. Ibu itu pun ikut berurai air mata. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Sambil terisak, anak itu bercerita, "Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh."
Begitulah, meski tumbuh dengan kekurangan, anak lelaki itu kini telah dewasa. Dengan kasih sayang dan dorongan semangat orangtuanya, meski punya kekurangan, ia tumbuh sebagai pemuda tampan yang cerdas. Rupanya, ia pun pandai bergaul sehingga disukai teman-teman sekolahnya. Ia pun mengembangkan bakat di bidang musik dan menulis. Akhirnya, ia tumbuh menjadi remaja pria yang disegani karena kepandaiannya bermusik.
Suatu hari, ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga. "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuk putra Bapak. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter. Maka, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya kepada anak mereka.
Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelaki itu, "Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia," kata si ayah.
Operasi berjalan dengan sukses. Ia pun seperti terlahir kembali. Wajahnya yang tampan, ditambah kini ia sudah punya daun telinga, membuat ia semakin terlihat menawan. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya.
Beberapa waktu kemudian, ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia lantas menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar, namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya."
Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu." Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini."
Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari, tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga tersebut. Pada hari itu, ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, si ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku. Sang ayah lantas menyibaknya sehingga sesuatu yang mengejutkan si anak lelaki terjadi. Ternyata, si ibu tidak memiliki telinga.
"Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik si ayah. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya, ‘kan?"
Melihat kenyataan bahwa telinga ibunya yang diberikan pada si anak, meledaklah tangisnya. Ia merasakan bahwa cinta sejati ibunya yang telah membuat ia bisa seperti saat ini.
Pesan Cerita :
Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh, namun ada di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun justru pada apa yang kadang tidak dapat terlihat. Begitu juga dengan cinta seorang ibu pada anaknya. Di sana selalu ada inti sebuah cinta yang sejati, di mana terdapat keikhlasan dan ketulusan yang tak mengharap balasan apa pun.
Dalam cerita di atas, cinta dan pengorbanan seorang ibu adalah wujud sebuah cinta sejati yang tak bisa dinilai dan tergantikan. Cinta sang ibu telah membawa kebahagiaan bagi sang anak. Inilah makna sesungguhnya dari sebuah cinta yang murni. Karena itu, sebagai seorang anak, jangan pernah melupakan jasa seorang ibu. Sebab, apa pun yang telah kita lakukan, pastilah tak akan sebanding dengan cinta dan ketulusannya membesarkan, mendidik, dan merawat kita hingga menjadi seperti sekarang.
Mari, jadikan ibu kita sebagai suri teladan untuk terus berbagi kebaikan. Jadikan beliau sebagai panutan yang harus selalu diberikan penghormatan. Sebab, dengan memperhatikan dan memberikan kasih sayang kembali kepada para ibu, kita akan menemukan cinta penuh ketulusan dan keikhlasan, yang akan membimbing kita menemukan kebahagiaan sejati dalam kehidupan.

Bahaya Curhat Masalah Keluarga di Facebook atau Twitter

Perempuan memang gemar berbagi, termasuk berbagi isi hati alias curhat. Bahkan, bagi sebagian perempuan  curhat bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, anytime, anywhere, we share.

Karena tabiatnya ini banyak perempuan dan para istri yang kesulitan menyadari bahwa ketika ia mencurhatkan permasalahan keluarganya atau keretakan hubungannya dengan suaminya, yang ditangkap oleh kawan curhatnya justru ia sedang membongkar aib keluarganya,  terutama suaminya. Apalagi jika ia curhat pada orang yang tidak pandai menjaga rahasia dan tidak berjiwa ishlah (mensolusikan masalah).

Alih-alih mendapat jalan keluar, yang terjadi malah aib keluarga menjadi rahasia umum. Padahal awalnya ia hanya berniat berbagi, sekedar ingin didengarkan dan dimengerti atau hanya sekedar mencari pembelaan psikologis karena biasanya -menurut perspektifnya- dirinya lah yang menjadi objek penderita dari aib yang terjadi.

Kebiasaan curhat-mencurhat di mana saja ini menjadi semakin mengkhawatirkan ketika kini tersedia berbagai media sosial, entah Facebook, Twitter, BBM, dll.

Memang kebiasaan ini bukan hanya didominasi kaum hawa, kaum lelaki juga tidak sedikit yang sebentar-bentar menghiasi status facebook atau akun twitter-nya dengan aneka curhatan yang sama pula tidak hati-hatinya dalam hal menjaga ukhuwah dan kehormatan sesama muslim.

Jika curhat langsung pada orang yang salah saja demikian berbahaya, apalah lagi mencurahkan isi hati terkait keretakan hubungan suami-istri atau aib keluarga lainnya dalam jejaring sosial semacam Facebook atau Twitter.  Berikut adalah 5 alasan mengapa mencurhatkan konflik keluarga dalam media sosial sangat tidak direkomendasikan:



1. Aib suami sesungguhnya adalah aib istri.
Atau aib keluarga siapapun adalah sebenarnya aib kita juga karena kita adalah bagian dari keluarga kita. Meski jika memang kita yang menjadi korban dari kesalahan yang diperbuat oleh keluarga kita. Kita dengan suami satu dengan lainnya Allah sebutkan sebagai pakaian (QS. Al-Baqarah: 187). Fungsi utama pakaian adalah menutupi aurat yakni hal-hal yang jika terlihat manusia lain pemiliknya akan malu. Meski kita terluka, bukan berarti kewajiban menutupi aurat suami terlepas dari bahu kita. Justru kitalah orang pertama yang harus berbesar hati menutupinya, dan mencari jalan islah terbaik.

2. Rentan salah paham.
Bahasa tulisan lebih banyak memicu salah paham karena masing-masing orang yang membaca akan menafsirkannya dengan komponen-komponen penilaian yang ada dalam benaknya. Jika curhatan kita dibaca oleh orang yang bersangkutan dengan cara pandang yang berbeda tentu masalah akan bertambah runyam. PR kita bertambah, selain menyelesaikan masalah inti, kita pula harus mengklarifikasi kesalahpahaman memaknai status atau tweet kita. Melelahkan bukan?

3. Jika belum bertemu melakukan tabayun (klarifikasi), belum tentu perspektif kita sama dengan perspektif suami kita. Karena lelaki dan perempuan berbeda dalam memandang permasalahan. Bisa jadi, sesungguhnya suami kitalah yang lebih banyak dirugikan atas konflik yang tengah terjadi. Jadi, jangan buat apa yang belum jelas menjadi tambah kabur dengan curhat-curhat yang hanya memuaskan hati sesaat namun berdampak buruk yang panjang.

4. Orang dewasa cenderung lebih senang ditegur baik-baik ketimbang disindir-sindir di dalam media sosial. Hal ini lebih menyakitkan karena pihak yang kita sindir merasa tidak dianggap sebagai pribadi yang dewasa.

5. Media sosial adalah tempat berkumpulnya banyak orang yang tidak kita tahu kondisi masing-masing pribadinya. Perjalanan hidup tidak selamanya mulus, terutama tentang muamalah kita dengan manusia lainnya. Mungkin dulu, di ujung daerah yang pernah kita singgahi 10 tahun yang lalu ada seseorang yang pernah kita atau suami kita lukai dan masih menyimpan dendam atau malah menyimpan cinta terpendam kepada kita atau suami kita. Jika mereka mendapati keretakan dalam keluarga kita banyak hal memungkinkan yang dapat mereka lakukan. Status konflik ini juga dapat memicu pihak lain berbuat tidak layak pada kita. Di dunia maya banyak sekali lelaki iseng yang senang menggoda perempuan. Jadi, jangan ambil resiko ini!


6. Kata-kata bersifat irreversible.
Jika sudah kita keluarkan maka tak dapat ditarik kembali. Kata-kata sudah membentuk opini tersendiri ketika pertama kali diterima oleh penerimanya. Meski kata-kata tersebut sudah kita ralat atau kita hapus, namun opini yang sudah ternbentuk dalam benak  sekian banyak orang yang telah membaca status kita sebelumnya tentu tak gampang menghapusnya. Apa lagi catatan yang ada di tangan malaikat atas status kita, entah bagaimana kita menghapusnya.

Jadi, mari belajar untuk tidak reaksioner dan memamah konflik lebih bijak agar konflik menjadi ladang pahala kita dalam kehidupan berkeluarga. Jika terpaksa memerlukan pihak lain untuk berbagi dan mencari jalan keluar, carilah orang yang amanah dan yang berorientasi islah (perbaikan).

Mengapa Orang Gemar Curhat lewat Media Sosial?


Ketimbang membicarakan suatu masalah secara langsung dengan orang yang dianggap menimbulkan masalah, atau setidaknya melalui surat elektronik, kini orang cenderung curhat mengenai masalah pribadi melalui media sosial. Dengan cara ini, sebenarnya kita hanya berbicara satu arah. Belum tentu orang yang membuat kita kesal itu membaca curhatan kita, bukan?
Menurut Dr Ida Ruwaida, sosiolog dari Universitas Indonesia, ruang sosial yang makin terbatas dan ikatan emosional yang rendah terutama di kota-kota besar menimbulkan perubahan dalam pola interaksi masyarakat. Akhirnya, teknologi digital menjadi alat untuk menyalurkan emosi alias katarsis lewat media sosial.

Sementara, menurut Irwan Hidayana, antropolog dari Universitas Indonesia, ekspresi generasi muda lewat media sosial tidak terlepas dari faktor eksternal yang dialaminya. Misalnya, mereka tidak bisa mengekspresikan perasaannya pada lingkungan terdekatnya, termasuk orangtua. Orang yang tinggal di kos juga tidak bisa curhat pada keluarganya seleluasa orang yang tinggal bersama keluarga.
“Seringkali kita menghadapi masalah yang memengaruhi suasana hati, misalnya macet, hujan, dan banjir. Padahal, kita tetap butuh ruang ekspresi. Karena keterbatasan ruang sosial, akhirnya media sosial jadi sarana curhat,” ujar Irwan. Namun, perlu diingat bahwa dunia maya pun punya kultur sendiri, yang terkadang justru membuat kita terjebak dalam masalah baru.

Itu sebabnya, menurut DR Rose Mini AP, M.Psi, psikolog dari Universitas Indonesia, “Selagi masih punya teman bicara, bicaralah pada (orang) yang nyata. Jangan di dunia maya. Bisa dibilang, orang yang curhat di dunia maya mengenai masalahnya 'butuh pertolongan'. Akan jadi berbahaya kalau ada yang mengomentari curhatnya secara negatif. Kita tahu, tidak sedikit orang yang bertengkar di dunia maya karena memberikan respon buruk,” lanjut psikolog yang akrab disapa Romy ini.

Menghindari teknologi informasi tentu tidak bisa dilakukan. Sebaliknya, saran Irwan, ambillah sisi positifnya. “Misalnya, media sosial membuat kita bisa bertemu kembali dengan teman lama,” ujar Irwan sambil menambahkan, pertemanan di media sosial yang marak tak lepas dari berkurangnya ruang publik saat ini. “Tak heran, itu sebabnya banyak anak muda yang sekarang memanfaatkan fly over sebagai tempat pacaran.”

Bolehkah pacaran didunia Maya????

Lagi Lagi dunia maya...memang benar dengan diiringi zaman yang sudah berubah diikuti dengan maraknya perkembangan jarinagn internet yang bisa untuk dimanfaatkan oleh umat manusia...
Sengaja aku lampirkan catatan ini sesuai dengan judulnya tujuan dan maksud aku untuk mengingatkan kepada kmu-kamu semua yang membaca catatan ini...
Dan sorry ini bukan tulisan atau karya aku sendiri,Sengaja aku jalan-jalan pagi lewat google iseng tentang artikel pengalaman kena tipu dan ternyata hampir 99% semua artikel tertulis tentang dunia maya klo gk percaya silakan manfaatkan Om google....langsung saja ini ceritanya ..!!!

* Ngomong ngomong tentang dunia maya… Pasti setiap orang punya pandangan yang berbeda-beda tentang dunia maya. Ada yang cuman menganggap dunia maya itu dunia khayal yang nggak pernah bisa nyata, ada juga yang sampe dibawa ke dunia nyata semua permasalahan yang ada di dunia maya. Semua itu tergantung dari masing masing individu yang menilai n ngejalaninnya. N Setiap orang pasti lah berbeda-beda cara menyikapi itu semua.


Saat ini, perkembangan di dunia maya semakin luas. Dari mulai website, friendster, chatting mirc, yahoo messanger ato lebih dikenal YM, n baru baru ini yang terkenal n lagi ngebooming yaitu dunia facebook. Ada juga my space, multiply.. huuuuftt banyak banget pokoknya. Dari sanalah kita mengenal banyak orang yang berbeda karakter.. berbeda suku, budaya bahkan agama. Mulai dari teman.. hingga akhirnya memutuskan untuk pacaran di dunia maya. 


Pacaran di dunia maya emang asyik. Tapi nggak seasyik ketika kita mempunyai pacar yang nyata adanya. Saat kita berpacaran di dunia maya.. hal yang harus kita pikirkan yakni.. mau dibawa kemana hubungan ini?? Maksudnya status hubungan maya ini sekedar pacar di dunia chat saja ato cuman sebatas having fun alias kalo on line jadi pcar.. kalo nggak on-line berarti bebas memiliki siapa aja. Ato hubungan maya ini dilanjutkan ke kehidupan nyata. Misalnya saja ketemuan ama pasangan terus ngebicarain hubungan yang mereka jalin hingga akhirnya memutuskan untuk menjalin hubungan yang lebih serius… N semua itu kembali ke individu masing-masing. 


Banyak yang bilang kalo pacaran di dunia maya itu mengandung banyak resiko. Emang bener sih.. misalnya nih.. pasangan kita ternyata ngebohongin kita soal sa\tatusnya yang masih single, padahal sebenernya udah couple. Ato bisa juga dia ngebohong soal keadaan dirinya. N apapun bisa kita katakan ama pasangan chat kita. mau jujur atau nggak toh mereka juga nggak bakalan tau. Masalahnya adalah… ketika seseorang menganggap serius ngejalanin hubungan di dunia maya.. Salah satu resiko yang harus ia tanggung adalah ketika dibohongi ama seseorang yang ia percaya banget. Rasa sakit pasti ada.. tapi nggak sesakit di dunia nyata yang udah bener-bener pasti. N harga dari Kepercayaan rasanya mahal banget dalam kasus seperti ini. 


Seseorang yang ngerasain rasa kangen ama pasangan chat nya.. sebenernya kangen beneran?? Atau kangen ama ketikan tulisannya?? Secara mereka nggak pernah ketemu.. iya kan??? Masak iya ngerasain kangen… hmmmm.. bingung. Tapi mungkin orang-orang punya pendapat yang berbeda tentang ini… Seseorang yang juga ngungkapin dia sayang ama pasangan di dunia chatnya.. apa mungkin bener?? Mereka nggak pernah ketemu… cuman sekedar obrolan yang mereka kasih. Poto yang ada itu pun nggak cukup buat nunjuikin mereka itu ada. Bisa aja poto yang mereka pajang poto palsu. Satu satunya untuk nunjukin itu semua adalah dengan cara ketemu satu sama lain untuk ngebuktiin rasa yang ada dalam diri mereka. Itu untuk mereka yang ngejadiin pacar chat sekaligus pacar di dunia nyata. Sekalipun belum penah ketemuan.


Sedangkan seseorang yang cuman jadiin pacar maya mereka sekedar having fun aja.. nggak terlalu punya resiko. Kalopun ternyata pacar berbohong it’s okey… nggak ada masalah. Karena mereka nggak nganggep itu serius…
Itu tadi cuman sebatas argumen dari satu pihak aja.. nggk tau deh kalo pihak lain sama apa nggak. Setuju atau nggak.. yang jelas setiap orang mempunyai pendapat yang berbeda tentang kasus pacaran di dunia maya.


Silakan bagi anda yang seandainya kurang puas dengan isi catatan ini tinggalkan pesan dibawah ini atau klik tdk suka...dan bagi anda juga yang merasa catatan ini bermanfaat tak lupa juga klik SUKA dan silakan tinggalkan pesan trms...

Sudahkah anda mencium kening ayah dan mengucapkan I LOVE YOU DAD

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang
bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau
luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang
tuanya.. akan sering merasa kangen sekali dengan Ibunya.

Lalu bagaimana dengan AYAH?

Mungkin karena Ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu
setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata AYAH-lah yang
mengingatkan Ibu untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu
bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang AYAH
bekerja dan dengan wajah lelah AYAH selalu menanyakan pada Ibu tentang
kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.. AYAH biasanya
mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah AYAH mengganggapmu
bisa, AYAH akan melepaskan roda bantu di sepedamu...

Kemudian Ibu bilang : "Jangan dulu AYAH, jangan dilepas dulu roda bantunya"
Ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa AYAH dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu
mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI
BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru,
Ibu menatapmu iba. Tetapi AYAH akan mengatakan dengan tegas : "Boleh,
kita beli nanti, tapi tidak sekarang"

Tahukah kamu, AYAH melakukan itu karena AYAH tidak ingin kamu menjadi
anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, AYAH yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit
membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air
dingin!".

Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu AYAH benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja.... Kamu mulai menuntut pada AYAH
untuk dapat izin keluar malam, dan AYAH bersikap tegas dan mengatakan:
"Tidak
boleh!".

Tahukah kamu, bahwa AYAH melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi
AYAH, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada AYAH, dan masuk ke kamar sambil membanting
pintu... Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah
adalah Ibu....

Tahukah kamu, bahwa saat itu AYAH memejamkan matanya dan menahan
gejolak dalam batinnya, bahwa AYAH sangat ingin mengikuti keinginanmu,
tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang
ke rumah untuk menemuimu, AYAH akan memasang wajah paling cool
sedunia.... :

AYAH sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati AYAH merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan AYAH melonggarkan sedikit
peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar
jam malamnya.

Maka yang dilakukan AYAH adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu
pulang dengan hati yang sangat khawatir...dan setelah perasaan khawatir
itu berlarut- larut... ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam
hati AYAH akan mengeras dan AYAH memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti AYAH akan
segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan
AYAH"

Setelah lulus SMA, AYAH akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan AYAH itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...

Tapi toh AYAH tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan AYAH

Ketika kamu menjadi gadis dewasa.... dan kamu harus pergi kuliah dikota lain... AYAH harus melepasmu di teras rumah.

Tahukah kamu bahwa badan AYAH terasa kaku untuk memelukmu?

AYAH hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal AYAH ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat.

Yang AYAH lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya,
dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".

AYAH melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah AYAH.

AYAH pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan AYAH tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut AYAH adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"

Padahal dalam batin AYAH, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti AYAH belikan untukmu".

Tahukah kamu bahwa pada saat itu AYAH merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

AYAH adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

AYAH akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang
tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada AYAH untuk mengambilmu darinya.

AYAH akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena AYAH tahu.....

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya.... Saat AYAH melihatmu duduk di Panggung Pelaminan
bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, AYAH
pun tersenyum bahagia....

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu AYAH pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

AYAH menangis karena AYAH sangat berbahagia, kemudian AYAH berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, AYAH berkata: "Ya Tuhan tugasku telah
selesai dengan baik.... Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah
menjadi wanita yang cantik.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu AYAH hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.... Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
AYAH telah menyelesaikan tugasnya....

AYAH, Bapak, Papa atau Abak kita... Adalah sosok yang harus selalu
terlihat kuat... Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..
Saya mendapatkan notes ini dari seorang teman, dan mungkin ada baiknya
jika kembali membagikannya kepada teman-temanku yang lain.

Tulisan ini aku dedikasikan kepada teman-teman wanitaku yang cantik,
yang kini sudah berubah menjadi wanita dewasa serta ANGGUN, dan juga
untuk teman-teman pria ku yang sudah ataupun akan menjadi ayah yang
HEBAT !

Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Apak/ Abak/
Abah / Papa / Papi / Daddy kita... tapi setidaknya kini kita mengerti
apa yang tersembunyi dibalik hatinya

Perjuangan seorang Ayah

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkalatanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulaiberkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suarabatuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya, “Ayah, mengapa wajahAyah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?”Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnyamenjawab : “Sebab aku Laki-laki.” Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita ituberguman : “Aku tidak mengerti.” Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnyamembuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, laludibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudianAyahnya mengatakan : “Anakku, kamu memang belum mengerti tentangLaki-laki.

Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambahkebingungan.Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunyalalu bertanya :”Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannyakian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa adakeluhan dan rasa sakit?”Ibunya menjawab: “Anakku, jika seorang Laki-lakiyang benar-benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akandemikian.” Hanya itu jawaban Sang Bunda.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap sajapenasaran.

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi ituseolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dankata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimatsebagai jawaban rasapenasarannya selama ini.

“Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga sertasebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahansetiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi. ”

“Ku-ciptakan bahunya yang kekar dan berotot untuk membanting tulangmenghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untukmelindungi seluruh keluarganya. ”

“Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yangberasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agarkeluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaandari anak-anaknya. ”

“Kuberikan Keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantangmenyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnyamatahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginankarena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanyaterkuras demi keluarganya dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semuaorang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya.”

“Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinyaselalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluhkesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerapkali menyerangnya. ”

“Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintaidan mengasihi keluarganya, didalam kondisi dan situasi apapun juga,walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya.Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa amanpada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannyaitulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahuanak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan mengasihi sesama saudara.”

“Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikanpengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyadarkan, bahwaIstri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baikadalah Istri yang senantiasa menemani. dan bersama-sama menghadapiperjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkalikebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepadaIstri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar dan saling melengkapi sertasaling menyayangi.”

“Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-laki itusenantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari dan menemukan caraagar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia dan BADANNYA YANGTERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yangbertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusahamencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya,keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. ”

“Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai Pemimpinkeluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengansebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki,walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia dan Akhirat.”

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut dan berdoahingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedangberdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan menciumtelapak tangan Ayahnya.” AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH.”

Hati Seorang Ayah Tercinta

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala
tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai
berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara
batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya, “Ayah, mengapa wajah
Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?”
Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya
menjawab : “Sebab aku Laki-laki.” Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita itu
berguman : “Aku tidak mengerti.” Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya
membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu
dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian
Ayahnya mengatakan : “Anakku, kamu memang belum mengerti tentang
Laki-laki.” Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah
kebingungan.Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya
lalu bertanya :”Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya
kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada
keluhan dan rasa sakit?”Ibunya menjawab: “Anakku, jika seorang Laki-laki
yang benar-benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan
demikian.” Hanya itu jawaban Sang Bunda.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja
penasaran.

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu
seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan
kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat
sebagai jawaban rasa
penasarannya selama ini.

“Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta
sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan
setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi. ”

“Ku-ciptakan bahunya yang kekar dan berotot untuk membanting tulang
menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untuk
melindungi seluruh keluarganya. ”

“Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang
berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar
keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan
dari anak-anaknya. ”

“Kuberikan Keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang
menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya
matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan
karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya
terkuras demi keluarganya dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semua
orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya.”

“Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya
selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh
kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap
kali menyerangnya. ”

“Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai
dan mengasihi keluarganya, didalam kondisi dan situasi apapun juga,
walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya.
Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman
pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya
itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu
anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan mengasihi sesama saudara.”

“Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan
pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyadarkan, bahwa
Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik
adalah Istri yang senantiasa menemani. dan bersama-sama menghadapi
perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali
kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada
Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar dan saling melengkapi serta
saling menyayangi.”

“Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-laki itu
senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari dan menemukan cara
agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia dan BADANNYA YANG
TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang
bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha
mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya,
keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. ”

“Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai Pemimpin
keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan
sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki,
walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia dan Akhirat.”

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut dan berdoa
hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang
berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium
telapak tangan Ayahnya.” AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH.”

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu
agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah.

Pertanyaan seorang ibu ???

Seorang Ibu terduduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau, ditemani Anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.. 

SI IBU : itu burung apa yg berdiri disana ??
ANAK : “Bangau mama” anaknya menjawab dengan sopan. 

''Tak lama kemudian si mama bertanya lagi.. ''

SI IBU : Itu yang warna putih burung apa?

ANAK : sedikit kesal anaknya menjawab ” ya bangau mama?…

Kemudian ibunya kembali bertanya

SI IBU : ” Lantas itu burung apa ?” 

Ibunya menunjuk burung bangau tadi yg sedang terbang… 

ANAK : Dengan nada kesal si anak menjawab “
''ya bangau mama. kan sama saja!..emangnya mama gak liat dia terbang!” 

Air menetes dari sudut mata si mama sambil berkata pelan..

Dulu 35 tahun yang lalu aku memangku mu dan menjawab pertanyaan yg sama untuk mu sebanyak 10 kali,..
sedang saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tp kau membentak ku 2 kali..” 
Si Anak Terdiam… 
dan Memeluk Mamanya.. 
Pernahkah kita memikirkan apa yg telah diajarkan oleh seorang mama kepada kita? 
Sayangilah Mama/Ibu-mu dgn sungguh2 krn sorga berada di telapak kaki Ibu.. 
Mohon ampunan jika km pernah menyakiti hati Ibumu.

Kategori

Kategori