Tips Membeli Laptop Baru




Saat ini kebutuhan akan gadget terutama laptop bukanlah hal yang mahal. Banyaknya produsen menawarkan produk laptopnya dengan harga yang murah. Namun tahukah Anda bagaimana caranya memilih laptop baru yang sesuai keinginan Anda?
Berikut dua langkah yang bisa dijadikan pegangan sebelum membeli sebuah laptop:
Langkah 1 Tentukan Tujuan dan Kebutuhan.
Tanyakanlah pada diri anda, jika anda ingin membeli laptop, akan digunakan untuk apa laptop tersebut. Apakah digunakan untuk pekerjaan kantoran, mengerjakan tugas tugas sekolah, sekedar untuk browsing dan ber-email-an, diberikan untuk anak anda yang baru kenal komputer, atau dipergunakan untuk bermain game terbaru?
Misalnya jika anda ingin menggunakan laptop untuk bermain game 3D terbaru maka anda memerlukan laptop dengan kemampuan kartu grafis yang memadai. Saat membeli,  anda bisa meminta penjaga toko untuk mencarikan laptop dengan memori kartu grafis minimal 128 MB berikut segala kemampuannya. Jangan membeli laptop dengan kartu grafis yang ‘on board’ meskipun dari segi spesifikasi cukup menggiurkan, sebab kemampuan kartu grafis ‘on board’ jauh dibawah kartu grafis yang add on. Semakin wah kartu grafis yang terpasang maka akan semakin mahal laptop tersebut sehingga anda harus mempertimbangkan anggaran yang tersedia.
Jika laptop yang anda beli tidak untuk bermain game maka anda tidak usah terlalu memikirkan masalah kartu grafis. Beberapa pekerjaan kantoran seperti mengetik, internet dan video editing tidak memerlukan spesifikasi kartu grafis yang tinggi. Tentu saja anda bisa mendapatkan laptop dengan harga yang relatif lebih murah.
Nah setelah anda menentukan apakah laptop akan digunakan untuk bermain game atau bukan maka selanjutnya anda harus memikirkan program apa saja yang akan anda jalankan pada laptop tersebut. Hal ini penting untuk menentukan kemampuan prosesor dan RAM dari laptop yang akan anda miliki. Ada baiknya anda membaca spesifikasi minimal laptop yang dibutuhkan untuk menjalankan program yang anda gunakan.
Langkah 2 Pemilihan Perangkat Keras
Langkah ini merupakan langkah terpenting dari keinginan anda membeli sebuah laptop. Pada langkah ini anda diharapkan mampu memutuskan seberapa cepat sistem laptop yang anda inginkan. Mengapa hal ini penting, sebab jika anda salah dalam menentukan pilihan maka anda tidak akan bisa mengganti jeroan laptop yang sudah anda beli. Perlu dicamkan disini, semakin mahal anda membayar maka semakin ‘wah’ spesifikasi laptop yang akan anda dapatkan.
Berikut beberapa jeroan laptop yang perlu anda perhatikan.
  1. CPU. Prosesor atau CPU akan menentukan seberapa cepat sistem anda bekerja dalam mengeksekusi suatu program. Terdapat banyak pilihan CPU yang bisa anda pertimbangkan. Saya tidak akan menjabarkan disini karena terlalu panjang, anda bisa membaca sendiri di situs masing masing produsen CPU. Saya hanya bisa menyarankan anda mengambil minimal dual core CPU kecuali dana yang anda miliki tidak mencukupi. Bila ada dana yang lebih, anda bisa mempertimbangkan menggunakan prosesor Intel Core 2 Duo atau AMD X2.
  2. Memori (RAM). Perangkat keras ini bertugas untuk menyimpan data sementara dari program yang sedang berjalan. Seperti halnya otak, semakin besar kapasitas penyimpanan RAM maka semakin banyak program yang bisa anda jalankan secara bersamaan. RAM yang besar juga diperlukan untuk menjalankan program program berat seperti pengolah grafis dan video. Saat ini, RAM minimal yang dibutuhkan adalah 1 GB, namun alangkah baiknya bila anda bisa mendapatkan RAM 2 GB.
  3. Hard Drive (Media Penyimpanan). Perangkat keras ini berfungsi untuk menyimpan data dalam waktu yang lama. File musik, video, pekerjaan kantor dan lain lain merupakan beberapa contoh file yang sering disimpan dalam HDD. Semakin lega kapasitas HDD maka akan semakin banyak file yang bisa anda simpan. Performa laptop tidak akan terlalu terpengaruh oleh besarnya kapasitas HDD.
Itulah 3 perangkat keras yang perlu anda perhatikan dalam memilih sebuah laptop. Akhir akhir ini, tersedianya fasilitas WIFI juga bisa dipertimbangkan mengingat bertebarannya hotspot gratis untuk berselancar di dunia maya. Bila memang fitur ini tidak tersedia, anda bisa menambahkan kartu WIFI yang banyak dijual di pasaran.
Perhatian
  • Saat membeli laptop, harap selalu memperhatikan garansi yang ditawarkan oleh penjual laptop. Jangan takut untuk berperilaku cerewet dalam masalah ini sebab laptop merupakan barang mahal yang rentan akan kerusakan sehingga anda bisa tetap aman menggunakannya. Perhatikan jenis tanggungan garansi, apa saja yang ditanggung berikut segala kondisi yang menjadi tanggungan garansi. Jika memang anda merasa tidak sreg, lebih baik anda membatalkan pembelian laptop tersebut daripada anda menyesal di kemudian hari.
  • Saya katakan, merk tidak penting, yang penting adalah ketersediaan layanan purna jual di kota anda. Apa gunanya anda menggunakan laptop dan bila terjadi kerusakan anda bingung mau membawa kemana. Apalagi anda harus naik pesawat ke ibu kota hanya sekedar memperbaiki laptop. Hal ini tentu tidak praktis dan banyak menghabiskan uang.
  • Jangan membeli laptop yang sedang di display di toko. Walau ini sedikit remeh tetapi anda tidak bisa mengabaikan begitu saja. Anda tidak tahu sudah berapa kali laptop yang dipamerkan itu dinyalakan dan diutak atik orang. Bila memang laptop itu satu satunya yang ada di toko itu, anda bisa mencarinya di toko lain.

sumber : www.teknologinet.com
Komputer Pada Kasus Windows Blue Screen Errors

Komputer Pada Kasus Windows Blue Screen Errors

perbaikan_komputerBelajar komputer dan internet dalam kasus perbaikan komputer. Sepanjang pengalaman saya belajar komputer, salah satu kerusakan komputer yang sangat ditakuti oleh kaum pemula adalah Windows Blue Screen Errors. Apa dan mengapa Windows Blue Screen Errors? Itulah yang akan kita bahas pada kesempatan ini. Inilah pemecahannya; Kasus Windows Blue Screen Errors biasanya muncul dalam beberapa kasus. Ia bisa muncul pada proses instalasi Windows, ketika sementara booting dan bisa juga ketika kita sedang menjalankan sebuah program.

  1. Jika Windows Blue Screen Errors muncul ketika kita sedang menginstall Windows maka ada 3 kemungkinan masalahnya, yaitu (1) CD Drive rusak dan tidak mampu membaca secara sempurna CD Instalasi, (2) CD Instalasi rusak sehingga tidak bisa dibaca sempurna oleh CD Drive, (3) gejala-gejala bahwa Hard Disk akan segera rusak. Ketiga gejala ini harus dipastikan dan dicarikan jalan keluarnya.
  2. Jika Windows Blue Screen Errors muncul ketika sedang booting maka kemungkinan penyebabnya adalah sebelumnya komputer mati/dimatikan secara tidak wajar maka sistem operasi mengalami kerusakan. Solusi atas masalah ini adalah melakukan reparasi sistem operasi. Petunjuk mengenai proses reparasi ini telah saya uraikan dalam free ebook PANDUAN TEKNISI KOMPUTER, terutama pada buku 3 tentang perbaikan komputer.
  3. Kasus ketiga adalah Windows Blue Screen Errors ketika sedang menjalankan sebuah program. Walaupun dalam kenyataannya agak jarang terjadi dibandingkan dengan kasus nomor 2 dan nomor 1 di atas.

Sebelum mengambil langkah reparasi komputer Anda harus terlebih dahulu mengidentifikasi jenis kesalahan itu. Jika ketika Anda mereboot komputer Anda dan Windows Blue Screen Errors langsung muncul ikuti langkah-langkah di bawah ini. Jika ternyata Anda tidak dapat masuk ke Windows untuk melakukan perbaikan, boot komputer ke dalam Safe Mode. Setelah masuk Safe Mode, lakukan langkah-langkah dibawah ini;

  1. Dari desktop klik kanan pada [My Computer].
  2. Klik pilihan [Properties].
  3. Di jendela System Properties klik tab [Advanced].
  4. Dalam Advanced klik tombol [Settings] di bawah [Startup and Recovery].
  5. Pada jendela Startup and Recovery hapus centang pada kotak centang restart secara otomatis.
  6. Klik Ok.

Dalam kasus Windows Blue Screen Errors yang lain pada Windows NT, 2000, XP dan Vista, mungkin mirip dengan contoh yang ditunjukkan di bawah ini. Untungnya pesan error ini sering mengandung informasi lebih rinci, dan karena berisi informasi maka kita dapat lebih mudah mencari solusinya. Perhatikan gambar dibawah ini;


  1. Identifikasi jenis layar biru yang dipisahkan sebuah garis bawah yang berisi huruf kapital bukan ruang, seperti contoh di bawah: BAD_POOL_HEADER.
  2. Pada bagian atas, ada tulisan STOP: pesan kesalahan di atas kesalahan, atau dalam “Informasi Teknis” bagian dari kesalahan. Sebagai contoh, di atas kesalahan itu STOP: diikuti tulisan 0×00000019 … menunjukkan keragaman kesalahan selanjutnya.
  3. Pada akhir informasi teknis biasanya ditampilkan file dan alamat.

Setelah Anda memiliki informasi di atas Anda dapat mulai troubleshooting masalah. Dari membaca tampilan berikut ini saya pikir anda sudah bisa menduga dimana letak masalahnya.
BAD_POOL_HEADER
DRIVER_IRQL_NOT_LESS_OR_EQUAL
DRIVER_POWER_STATE_FAILURE
INACCESSIBLE_BOOT_DEVICE
IRQL_NOT_LESS_OR_EQUAL
KMODE_EXCEPTION_NOT_HANDLED
NTFS_FILE_SYSTEM
PAGE_FAULT_IN_NONPAGED_AREA
STATUS_IMAGE_CHECKSUM_MISMATCH
THREAD_STUCK_IN_DEVICE_DRIVER
UNEXPECTED_KERNEL_MODE_TRAP
UNKNOWN_HARD_ERROR

Jika anda menghadapi Windows Blue Screen Errors tidak seperti gambar di atas itu berarti Windows Blue Screen Errors yang anda hadapai adalah Fatal exceptions.

Penjelasan lebih detail tentang Blue Screen Of Error bisa anda lihat dalam ebookPANDUAN PERBAIKAN KOMPUTER“.

Windows 7 Start Up Selalu Masuk Ke Safe Mode




Masuk ke safe mode. Baru di nyalakan malah masuk ke safe mode. safe mode Windows 7. Starup Windows 7 kok malah masuk ke safe mode? Selalu Masuk Safe Mode sungguh menyebalkan, setiap di nyalakan kok malah ke safe mode. Ada beberapa alasan mengapa komputer Anda boot dan Selalu Masuk Safe Mode. Sebagian besar penyebabnya karena masalah driver atau file korup. Menjalankan opsi perbaikan ѕtаrt up dari disk instalasi sering jadi jalan keluar, tetapi tidak selalu berhasil malah bisa terkesan tidak ada gunanya. Dan masalahnya lagi sebagian besar pengguna tidak memiliki disk instalasi atau disk recovery sistem. Sebelum melakukan tindakan apapun, mari kita lihat apakah windows disetting secara otomatis sehingga Windows 7 Selalu Masuk Safe Mode.

Ok sebaiknya kita lihat dulu Opsi Safe Mode Pada Windows 7. Windows dapat dikonfigurasi untuk boot dalam Safe Mode. Jika Windows 7 terjebak dalam Safe Mode, silahkan ke tombol Stаrt dan ketik msconfig di kotak pencarian dan tekan Enter. Ini akan membuka utilitas Microsoft Konfigurasi Sistem. Carilah di bawah tab Boot dan pastikan kotak Safe Boot tidak dicentang.
system+configurasi+windows+7 Windows 7 Start Up Selalu Masuk Ke Safe ModeSafe boot bisa berjalan pada mode:
  • Safe boot: Minimal. Boot Windows ini akan membawa sistem ke Safe Mode, menjalankan hanya system services yang dasar sekali secara default. Networking features adalah disabled.
  • Safe boot: Alternate bombard: Pilihan boot Windows Command Prompt dalam safe mode. Ini juga menjalankan hanya system services yang dasar sekali secara default. Networking features adalah disabled..
  • Safe boot – Active Directory repair: Sama dengan dua safe boot sebelumnya tetapi disini Active Directory sudah dijalankan.
  • Safe boot – Network: Sama dengan tiga safe boot sebelumnya dan penambahan pada networking іѕ enabled.
  • Nο GUI boot: Ini tidak akan menampilkan Windows desktop ketika booting.
  • - Boot log: Menyimpan semua informasi dari proses boot dalam file %SystemRoot*Ntbtlog.txt.
  • - Base video: Sistem akan boot ke desktop Windows dalam modus VGA minimal. Driver VGA dijalankan dalam mode standar bukan yang khusus untuk perangkat keras video dari komputer.
  • OS Boot information: Menampilkan nama driver selama proses boot
  • Mаkе аƖƖ boot settings permanent: Ketika option anda aktifkan, anda tidak dapat roll back ke perubahan yang anda lakukan, ketika anda memilih Normal Startup pada tab General; semua pilihan yang ingin Anda ubah kembali harus diubah secara manual.

Windows 7 Selalu Masuk Safe Mode dan penyelesaiannya
Jika opsi Boot msconfig sudah dicoba, tetapi tidak menyelesaikan masalah Anda harus mencoba pilihan lain untuk boot normal jika Windows Selalu Masuk Safe Mode.

1. Cobalah dengan System Restore. Klik Stаrt – Curriculum – Accessories – System Tools – System Restore, coba dan reset komputer kembali ke tanggal di mana komputer itu berfungsi normal. Anda tidak akan kehilangan data apapun.
2. Uninstall semua curriculum baru atau lepas setiap perangkat keras yang baru-baru ini ditambahkan ke komputer.
Jika Windows terjebak dalam Safe Mode dan Anda kebetulan memiliki disk instalasi penuh, coba untuk melakukan Windows repair:
1. Masukkan CD instalasi Windows di drive, dan kemudian ѕtаrt komputer.
2. Tekan sembarang tombol ketika Anda diminta.
3. Pilih language, a time, a currency, аnԁ a keyboard, dan kemudian klik Next.
4. Klik Repair уουr computer.
5. Klik sistem operasi yang Anda ingin perbaiki, dan kemudian klik Next.
6. Pada kotak System Recovery Options, click Startup Repair
7. Restart PC ketika proses selesai.




Semoga bermanfaat…
sumber: agussale.com

Kategori

Kategori